Selamat Datang untuk Anda orang tua cerdas yang menginginkan "Anak Sehat dan Cerdas". Mari bergabung bersama dan berbagi info dalam mendidik anak

Peluang Usaha

Menarik Minat Baca Anak 2

Menarik minat baca sejak dini sudah pernah saya postingkan sebelumnya. Postingan berikut ini saya kutip dari note Reri Sukma Facebook yang saya terima sebagai masukan pada postingan saya sebelumnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua...

Belajar Membaca

Catatan ini saya tulis murni dengan niat ingin berbagi pengalaman dan memenuhi permintaan beberapa teman utk dibagikan.

Sudah menjadi kebiasaan saya&suami sll menyempatkan ngobrol sepulang beliau dari kantor (walau sdh larut mlm skalipun). Dan topiknya biasanya ttg anak2. Lalu sebuah pernyataan suami tujukan kpd saya, "si Fatih lumayan juga ya baru umur 3th 6bl sdh bisa baca, berarti ade sukses tuh sbg ibu". Sepertinya beliau berusaha mmbuat saya bangga akan profesi saya sbg ibu rmh tangga thok. Dan mmng saya bangga..

Sungguh, tidak ada yg istimewa yg saya lakukan. Saya hanya berusaha memaksimalkan peran sbg ibu utk mampu mendidik anak2 ditengah2 pekerjaan rmh tangga yg ampun deh...,ga ada habisnya...:)) krn saya mmng tdk pake khadimat.

Alhamdulillahirobbil'alamiin..., tdk sia2 upaya yg saya lakukan dlm memanfaatkan masa "otak emas" nya. Di usianya yg baru 3th 6bl, mas Fatih sdh bisa membaca kalimat. Dan karena sdh bisa baca, dia sll sempatkan baca tulisan2 di jalan setiap kami pergi. Dan dia akan sangat senang jika berhasil membacanya dg benar. Lalu kata2 penuh motivasipun selalu saya&suami tujukan padanya," tuh..,enak kan klo bisa baca sendiri..?" sehingga memacu semangatnya utk sll berlatih.

Beberapa metode saya terapkan dari umurnya blm 2th, diantaranya:
1. Metode Glenn Domand
Karena mengenalkan metode ini disaat usianya blm 2th dan mngkn blm
saatnya utk bisa fokus shg tidak maksimal hasilnya. Ditambah lagi saya
melahirkan anak ke-2 shg kemudian jadwal belajar membaca dg metode ini
terlupakan dg sendirinya seiring kesibukan saya dg anak ke-2.

2. Metode suku kata (I). tanpa dieja.
Masuk 3th saya menemukan sebuah buku belajar membaca di sebuah toko
buku. belajarnya spt ini:
a, ba, ca, da, fa, ga, ha,dst..
i, bi, ci, di, fi, gi, hi, dst..
u, bu, cu, du, fu, gu, hu,dst..
e, dst...
o, dst..

3. Metode suku kata (II). tanpa dieja
Lalu ada lagi saya temukan metode suku kata yg lain :
-Jilid 1: a, i, u, e, o ; ba, bi, bu,be,bo, ; ca, ci, cu, ce, co. ; da, di, du, de, do, dst
-Jilid 2: kata berimbuhan (nga,ngi,ngu,nge,ngo ; nya,nyi,nyu,nye,nyo, ;
sya, syi, syu,sye, syo ; ab, ib,ub,eb,ob. ; ad,id,ud,ed,od. ; dst..
-Jilid 3: ang, ing, ung, eng, ong ; bang, cing, jung, teng, tong, ; bra, fri, kre, sri,
gra, pro, tri. dst..
Metode yg terakhir ini lebih cepat dipelajari anak saya, dlm wkt kurang dari 3 bl dia sdh selesai 3 jilid dan bisa mmbaca kalimat.

mengajarkannya tanpa dieja, jadi bila "ba" ajarkan "ba"; bila "nga" ajarkan "nga",
bukan "eng tambah a" jadi "nga". seperti metode mengajarkan Iqro'

Tempat belajar yg kami gunakan juga pindah2, dirumah, taman, masjid, halaman belakang, Tujuan awalnya spy ga bosen anaknya, ternyata manfaat lainnya bisa didapat, krn belajarnya di banyak tempat yg ditempuh dg berjalan kaki maka badan jd sehat dan juga mas Fatih jd lebih kenal banyak orang krn setiap org yg kami lewati sll kami sapa&akhirnya mrk kenal.

Jadi, metode apapun yg kita terapkan, sesuaikan dg kondisi si anak. Insya Alloh setiap metode pasti membawa manfaat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peluang Bisnis

Tukar Link dan Promosi Website - Webkios Direktori gratis untuk promosi dan tukar link website indonesia dengan berbagai macam kategori. Tambahkan website anda sekarang!