Tampilkan postingan dengan label anak sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak sehat. Tampilkan semua postingan

Bayi Gemuk Belum Tentu Sehat

bayi gemuk,bayi sehat Anggapan bayi sehat adalah bayi yang gemuk sering kali menjadi tolak ukur banyak orang tua dalam menilai kesehatan seorang anak. Padahal anggapan ini belum tentu benar... Bayi yang gemuk mungkin saja sehat, tapi belum tentu bayi yang tidak gemuk itu tidak sehat. Akibat anggapan ini, banyak orang tua yang salah dalam mengambil langkah. Misalnya karena merasa anaknya tidak gemuk, si ibu menambahkan susu formula di samping ASI, bahkan makanan pada anaknya yang masih berumur 3 bulan, dengan anggapan supaya lebih sehat. Tentu saja hal ini salah, karena ASI Ekslusif selama 6 bulan pertama pada bayi sangat baik untuk menghasilkan anak sehat dan cerdas daripada susu formula apapun.


Untuk melihat sehat atau tidaknya bayi dalam perkembangannya bisa dilihat dengan memeriksakannya secara rutin pada pada pos-pos pelayan kesehatan yang tersedia. Catat perkembangan kenaikan berat badan dan tinggi anak pada buku yang biasanya diberikan saat memeriksakan kesehatan anak. Berat badan anak yang naik setiap bulannya sudah menandakan bayi itu sehat, selain perkembangan mental yang normal yaitu perkembangan motorik, bahasa, intelektual, emosional dan sosial sesuai dengan umurnya.

Sebenarnya anak yang terlalu gemuk itu berdampak kurang baik bagi kesehatannya, berikut resiko yang dapat diperoleh pada bayi yang gemuk :

1. Dapat mengakibatkan obesitas. Data yang diperoleh, obesitas pada bayi akan mengakibatkan menurunnya respon imunologik sel T dan aktivitas sel-sel polimorfonuklear yang berperan sebagai penyangga sistem kekebalan tubuh.

2. Dapat meningkatkan infeksi saluran pernafasan bagian bawah karena terbatasnya kapasitas paru2.

3. Nafas yang pendek, bisa terjadi karena pembesaran kelenjar toksil (amandel) dan adenoid yang mengakibatkan tertutupnya saluran nafas atas, sehingga terjadi kekurangan oksigen san saturasi oksigen yang rendah yang disebut Sindrom Chubby Puffer.

4. Kulit sering lecet karena gesekan, sering juga disertai jamur pada daerah lipatan.

5. Pergerakannya lebih lambat dan terkadang dapat disertai kelainan tulang.

6. Bila berlanjut hingga dewasa akan mengakibatkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, diabetes, atherosklerosis, gagal jantung, maturitas seksual lebih awal, haid yang tidak teratur pada wanita, dll.

Penyebab yang dapat mengakibatkan bayi obesitas antara lain :
1. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang saat hamil sedang mengidap penyakit Diabetes melitus yang tidak terkontrol. Bayi yang dilahirkan bisa berukuran berat lebih diatas 4 kg, seperti yang baru-baru ini terjadi di Sumatra Utara yaitu lahirnya bayi raksasa berukuran 8,7 kg.

2. Kurang pekanya ibu pada anak. Setiap anaknya menangis selalu diberikan susu formula dan makanan. Padahal belum tentu bayi itu menangis tanda ia sedang lapar.

3. Terlalu dini memberikan makanan yang terlalu tinggi kalori.

4. Bayi yang tidak mendapatkan ASI Ekslusif lebih rentan terkena obesitas karena kandungan susu formula yang terlalu kental, manis dan tinggi kalori.

Menjaga kesehatan makan anak sejak dini akan mengurangi resiko yang tidak baik pada anak dikemudian hari. Maka dari itu bayi gemuk belum tentu sehat dan bayi kurus belum tentu tidak sehat, yang penting jaga anak jangan sampai terlalu kegemukan. 

Baca selengkapnya......

Imunisasi yang dianjurkan

imunisasi

Imunisasi yang wajib untuk anak sudah saya postingkan sebelumnya. Imunisasi yang dianjurkan (non-wajib) ini juga tak kalah penting bagi anak dan tidak ada salahnya kita tetap mengimunisasi buah hati kita, mengingat akibatnya yang membahayakan anak jika sampai terkena penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi ini.

Ada 7 (tujuh) jenis imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah :
1. Imunisasi HIB

Imunisasi ini bermanfaat untuk mencekal kuman HiB (Haemophyllus influenzae type B). Kuman ini menyerang selaput otak yang dapat menyebabkan radang selaput otak yang disebut meningitis. Meningitis sangat berbahaya karena dapat merusak otak secara permanen dan menyebabkan kematian. Selain itu dapat menyebabkan radang paru dan radang epiglotis. Gejala yang ditimbulkan berupa demam tinggi, kejang-kejang, menggigil dan kesadaran menurun. Jika penyakit ini terlambat ditangani akan menimbulkan gejala sisa seperti lumpuh, tuli, buta dan retadasi mental. Diberikan sebayak 4 kali, yaitu pada usia 2, 4, 6 dan 15 atau 16 bulan. Efek samping berupa demam ringan yang akan reda dengan sendirinya.

2. Imunisasi PVC
Imunisasi PVC (Pneumococcal Vaccine) ini memberikan kekebalan terhadap serangan penyakit IPD (Invasive Pneumococcal Diseases) yaitu meningitis (radang selaput otak), bakteremia ( infeksi darah) dan pneumonia(radang paru). Ketiga penyakit ini disebabkan kuman Streptococcus Pneumoniae yang penularannya lewat udara. Gejala yang ditimbulkan demam tinggi, menggigil, tekanan darah rendah, hingga tak sadarkan diri. Dapat diberikan sejak usia 2 bulan, kemudian 4 dan 6 bulan. Pada pemberian ke -4 bisa dilakukan saat anak usia 12-15 bulan atau 2 tahun. Bila hingga usia 6 bulan belum divaksin, dapat diberikan diusia 7-11 bulan sebanyak 2 dosis dengan interval pemberian sedikitnya 1 bulan. Dosis ketiga diberikan pada usia 2 tahun. Atau jika hingga usia 12 bulan belum divaksin bisa diberikan di usia 12-23 bulan sebanyak 2 dosis dengan interval sedikitnya 2 bulan. Menimbulkan efek samping berupa demam, mengantuk, nafsu makan kurang, diare, muntah dan muncul kemerahan pada kulit. Reaksi ini akan hilang dengan sendirinya.

3. Imunisasi MMR

Imunisasi ini memberikan kekebalan terhadap penyakit Mumps (gondongan/parotitis), Measles (campak) dan Rubella (campak Jerman). Vaksinasi ini penting untuk anak perempuan untuk mencegah Rubella pada saat hamil, sedangkan pada anak laki-laki untuk mencegah agak tak terserang Rubella dan menulari istrinya yang mungkin sedang hamil. Diberikan 2 kali pada usia 15 bulan dan 6 tahun. Jika belum mendapatkan imunisasi campak pada usia 9 bulan, maka dapat diberikan di usia 12 bulan dan 6 tahun. Efek samping berupa demam, timbul bercak merah serta pembengkakan di lokasi penyuntikan.

4. Imunisasi Influenza
Influenza merupakan penyakit yang disebabkan virus. Pada dasarnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendiri tanpa obat dengan cara istirahat, minum air putih dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Akan tetapi , influenza beresiko pada anak-anak tertentu seperti penderit asma, paru-paru kronis, leukimia, thalassemia dan penderita kanker. Dapat diberikan pada usia 6 bulan kemudian diulang setiap tahun, karena vaksin ini hanya efektif selama 1 tahun. Efek samping berupa demam dan kemerahan di lokasi bekas suntikan.

5. Imunisasi Tifoid

Imunisasi ini berguna untuk mencekal penyakit tifus, yaitu infeksi akut yang disebabkan bakteri Salmonella typhi yang disebabkan makanan yang tidak higienis dan sanitasi yang buruk. Dapat diberikan satu kali pada usia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun. Efek samping menimbulkan bengkak dan ruam pada lokasi penyuntikan, pusing dan nyeri otot.

6. Imunisasi Hepatitis A

Imunisasi ini untuk mencegah virus Hepatitis A (VHA) yang sering dikenal dengan penyakit kuning. Walaupun tidak separah hepatitis B bukan berarti kita boleh menganggap remeh hepatitis A. Dapat diberikan pada usia 2 tahun sebanyak 2 kali dengan interval pemberian 6-12 bulan. Umumnya tidak menimbulkan efek samping, kalaupun ada hanya berupa demam ringan dan rasa sakit pada bekas suntikan.

7. Imunisasi Varisela

Diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit cacar air yang disebabkan virus varicella zooster. Diberikan 1 kali pada usia antara 10-12 tahun. Umumnya tidak menimbulkan efek samping.


(Dari berbagai sumber)



Baca selengkapnya......

Imunisasi untuk anak

imunisasi

Imunisasi sangat penting pada anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap serangan berbagai penyakit, sekaligus membangun kekebalan tubuh anak terhadap berbagai penyakit menular dan penyakit berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Masih banyak orangtua yang masih menunda bahkan menolak imunisasi bagi anaknya dengan alasan kasihan dan menyangsikan keamanan dari imunisasi. Sangat disayangkan sekali karena imunisasi ini sudah terbukti aman karena sudah melewati berbagai macam hasil penilitian dari berbagai ahli dan sudah terbukti dapat mencegah penyakit. Memang setelah diimunisasi biasanya anak akan mengalami demam, ini merupakan reaksi yang wajar dari imunisasi, biasanya ini akan mereda dengan sendirinya setelah kita memberikan obat penurun panas.


Ada rambu-rambu tertentu dimana anak tidak boleh diimunisasi yaitu :
- Sakit berat / demam tinggi
- Memiliki reaksi alergi yang berat
- Memiliki alergi telur tidak dapat diimunisasi influenza
- Menderita gangguan sistem imun berat

Anak khususnya bayi sangat rentan terhadap penyakit karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah. Maka dari itu diperlukan imunisasi untuk melindunginya dan untuk menghasilkan anak sehat dikemudian hari.


5 (lima) jenis imunisasi yang wajib diperoleh bayi sebelum usia setahun :

1. Imunisasi BCG

Untuk melindungi terhadap penyakit TB (Tuberkolosis). Diberikan 1 kali saja dan tidak perlu diulang, dengan cara suntik pada lengan bagian kanan. Diberikan pada usia 2 bulan. Tidak dapat diberikan jika anak sudah terkena TB atau menunjukkan tes Mantoux positif.

2. Imunisasi Hepatitis B

Untuk menghindari penyakit hepatitis B (VHB) yang dapat menyebabka kelainan-kelainan yang dapat dibawanya terus hingga dewasa, dapat juga mengakibatkan kerusakan sel hati berat dan kanker hati. Diberikan 3 kali dengan interval 1 bulan antara suntikan pertama dan kedua, kemudian 5 bulan antara suntikan kedua dan ketiga. Diberikan sekurang-kurangnya 12 jam setelah lahir dengan syarat kondisi bayi stabil, tidak ada gangguan pada paru-paru dan jantung. Dilanjutkan pada usia 1 bulan dan 3 - 6 bulan. Diberikan dengan cara suntik pada bayi di bagian paha lewat anterolateral (otot-otot bagian depan dan luar).

3. Imunisasi Polio

Untuk menghindari penyakit polio yang disebabkan virus poliomyelitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Dapat diberikan setelah lahir dilanjutkan pada usia 2, 4 dan 6 bulan, kemudia pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Biasanya diberikan secara oral (mulut), tetapi dapat juga diberikan dengan suntikan. Tidak dapat diberikan pada anak yang menderita penyakit akut, demam tinggi, muntah atau diare, sedang menjalani pengobatan radiasi, anak dengan mekanisme kekebalan terganggu, penyakit kanker dan penyakit ganan lainnya.

4. Imunisasi DPT

Untuk pertahanan terhadap penyakit difteri, tetanus dan pertusis. Diberikan sebanyak 5 kali, yaitu 3 kali di usia bayi (2, 4, dan 6 bulan), 1 kali di usia 18 bulan, 1 kali di usia 5 tahun, dilanjutkan dengan imunisasi TT pada usia 12 tahun. Tidak dapt diberikan kepada anak dengan kelainan saraf berat dan infeksi otak.

5. Imunisasi Campak

Untuk menghindari penyakit campak yang disebabkan virus Morbili. Diberikan sebanyak 2 kali yaitu 1 kali di usia 9 bulan dan 1 kali di usia 6 tahun.

(Dari berbagai sumber)



Baca selengkapnya......

Perkembangan Bayi

Anak adalah karunia yang terbesar yang diberikan Allah SWT kepada kita. Melihatnya lahir di dunia ini dengan setiap perkembangannya menumbuhkan rasa bahagia yang tiada terkira bagi kita sebagai orang tua. Untuk menghasilkan impian kita yaitu mempunyai anak sehat dan cerdas, kita harus selalu memantau dan mencatat perkembangannya. Terkadang muncul pertanyaan dan keraguan dihati orang tua, apakah perkembangan anakku sudah sesuai dengan perkembangan pada usianya? Apakah perkembangannya wajar? Apakah anakku normal? Ada baiknya baca catatan perkembangan anak sesuai dengan usianya berikut ini. Informasi ini saya dapatkan dan saya kumpulkan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat....


1. Usia 0-3 bulan

- Gerakan-gerakan reflek seperti reflek isap dan gerakan reflek menggenggam pada usia 0-1 bulan. Gerakan reflek mulai menghilang pada usia 2-3 bulan.
- Pada usia 2-3 bulan mulai dapat menggerakkan tangannya dengan tujuan tertentu. Gerakan tangan dan kaki yang aktif, mulai belajar mengangkat kepala dan dada, jika digendong dengan dipangku akan melakukan posisi setengah duduk.
- Mampu mengkoordinasikan gerakan mata dan tangannya, seperti mengikuti objek dengan matanya dan bereaksi terhadap cahaya dan warna, serta dapat mengikuti arah sumber bunyi.
- Dapat menggenggam benda yang dipegang dengan jarinya.
- Dapat mengenali ibunya melalui penciuman, pendengaran dan kontak langsung.
- Mulai dapat menatap wajah orang lain dan tersenyum.
- Mulai mengoceh spontan.
- Dapat mengomunikasikan kebutuhannya dengan cara menangis namun dengan irama yg berbeda.

2. Usia 4-6 bulan

- Dapat mengontrol gerakan kepala dengan baik.
- Mulai menguasai otot kakinya dengan sering melakukan gerakan menendang.
- Dapat membalikkan badan dan tengkurap dengan kekuatannya sendiri.
- Matanya akan selalu fokus pada tangannya, dan berminat untuk selalu menggerakkan tangannya dan menyentuh sesuatu.
- Dapat menggenggam objek dan memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya.
- Jika diajak bermain sudak dapat berteriak dan tertawa sebagai tanda ia sudah dapat melakukan interaksi sosial dengan orang-orang disekitarnya.
- Dapat menunjukkan reaksi emosi seperti takut, marah, terkejut senang dan sedih.
- Mulai mengamati apa yang terjadi di lingkungannya, belajar mengenali benda-benda dan mencari sesuatu yang hilang dari pandangannya.
- Mulai mengenali organ tubuhnya.
- Mulai mengucapkan suku kata seperti "ba", "ma, "ga" atau "ta"
- Dapat membedakan volume suara yang keras dan pelan.Pada bulan ke-6 dapat mengembangkan suku kata pada umumnya dengan cara mengulangi, seperti, "da-da", "ma-ma", "ta-ta.

3. Usia 7-9 bulan
- Dapat duduk tanpa dibantu.
- Dapat merangkak untuk meraih sesuatu
- Mencoba mengangkat badannya
- Dapat berdiri dengan bantuan
- Pada usia sekitar 9 bulan, mulai belajar memanjat
- Mampu memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain
- Dapat memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuknya
- Dapat mengenali wajah anggota keluarganya dan takut pada orang yang tidak dikenalnya.
- Merasa cemas ditinggal oleh orang-orang terdekatnya
- Mulai dapat bermain bersama seperti permainan ciluk ba dan tepuk tangan
- Mampu memperlajari sesuatu dari pengalaman yang telah dilewati
- Mulai belajar meniru suara-suara yang dikeluarkan orang dewasa
- Memahami arti kata tertentu seperti "tidak apabila Anda menggeleng-gelengkan kepala

4. Usia 10-12 bulan

- Mulai merambat pada dinding dan kursi, mampu berdiri sendiri dengan bantuan kursi dan mampu mencapai posisi duduk kembali.
- Mulai berusaha jalan saat ditutun atau ditatih.
- Sekitar usia 12 bulan sebagian anak sudah bisa berjalan sendiri
- Mampu melempar dan mengocok benda yang ada ditangannya
- Mengerti kata-kata, seperti perintah sederhana dan larangan
- Mulai mengerti adanya perbedaan terhadap dirinya dan orang lain, seperti perbedaan kelamin dan lainnya
- Tingkah lakunya semakin bertujuan
- Mulai mempelajari hubungan sebab akibat dan hubungan antara satu objek dengan objek lainnya
- Perbendaharaan katanya mulai variatif dan dapat berbicara satu hingga dua kata.


Baca selengkapnya......

Pemberian Finger Food pada Anak sebagai Stimulasi

Senang rasanya melihat perkembangan buah hati kita dari hari ke hari. Dalam perkembangannya anak memerlukan stimulasi yang baik agar mencapai hasil yang optimal. Memasuki usia 6 bulan umumnya anak sudah mulai belajar duduk dan diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Saat inilah saat yang tepat kita memberikannya finger food yang bisa merupakan stimulasi bagi perkembangan saraf motoriknya.

Untuk anak berusia 6-8 bulan cukup berikan satu kali sehari, perhatikan jenis makanannya dan sesuaikan dengan kemampuan anak mengunyah dan mencerna makanan. Pada usia ini anak belum mampu mengonsumsi makanan yang terlalu padat. Berikan biskuit bayi yang tersedia dipasaran sesuai dengan usianya. Pemberian dapat ditingkatkan sesuai dengan pertambahan usianya.


Manfaat Pemberian Finger food :

1. Mengenggam makanannya sendiri dan memasukkan kedalam mulut, selain memperoleh gizi didalamnya secara tidak langsung telah melatih perkembangan saraf motorik pada anak.

2. Selain itu dengan menggigit-gigit makanannya akan dapat merangsang pertumbuhan giginya yang beberapa sudah mulai tumbuh.

3. Dengan jenis makanan yang bervariasi akan merangsang indera pengecapan pada anak untuk mengenal berbagai rasa. Ini dapat berpengaruh pada selera makan anak di kemudian hari.


Tips memilih finger food untuk anak :

  • Perhatikan asupan gizinya.
  • Variasikan jenis makanan, dapat berupa biskuit, potongan kecil buah-buahan seperti pisang, semangka dan pir, potongan kecil tahu/tempe, potongan keju, potongan sayuran yang telah direbus, potongan telur rebus dan potongan daging ayam. Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.
  • Berikan dengan bentuk yang bervariasi agar menarik dan melatih genggaman anak.
  • Variasi warna akan menambah perhatian dari anak, contoh potongan wortel dan brokoli yang sudah direbus.
  • Hindari makanan yang mengandung pengawet dan terlalu asin.
  • Karena masih belajar sudah pasti anak akan makan dengan belepotan, biarkan ia bersenang,-senang, pakaikanan celemek untuk menghindari tumpah pada pakaian.

Baca selengkapnya......

Susu formula dapat menghasilkan anak sehat dan cerdas?

Dalam susu formula terdapat kandungan nutrisi yang dipercaya mampu meningkatkan kecerdasan dan kesehatan kepada anak. Anak sehat dan cerdas dambaan setiap orangtua. Berikut pendapat tentang susu formula yang saya kutip dari http://wrn-indonesia.org

Suplemen Pre/probiotik dalam Susu Formula

Sudah beberapa tahun ini susu formula bayi diberi tambahan oligosakarida (salah satu jenis gula sederhana/berantai pendek). Ini didasarkan pada dugaan dan hipotesa awal bahwa oligosakarida mampu meningkatkan kekebalan tubuh.
Dampak oligosakarida terhadap kekebalan tubuh baru diketahui tengah tahun lalu (2006) lewat publikasi sebuah penelitian. Sedangkan bagaimana dan peran apa yang dimiliki oligosakarida dalam mekanisme kerja sistem kekebalan tubuh sendiri hingga saat ini belum ada penjelasan yang menyeluruh serta memuaskan.

Mengenai ide awal pemilihan oligosakarida sebagai fortifikasi susu formula sendiri ada beberapa alasan, di antaranya adalah ‘resep’ nenek moyang dan (yang paling shahih adalah) kandungan ASI.

Sebagaimana kita maklumi, susu formula adalah pilihan bagi ibu yang tidak mampu menyusui bayinya secara penuh. Karena itu komposisi yang mendekati ASI sangatlah membantu memberikan ‘assurance’, keyakinan, ketenangan hati, kepada para ibu (dan ayah) yang selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Tentu menjadi salah kaprah apabila ibu memilih berhenti menyusui dan memberikan susu formula sebagai pengganti ASI, dengan dasar pemikiran kandungan susu formula lebih lengkap dan lebih layak bagi bayi daripada ASInya sendiri.

Susu formula dengan suplementasi prebiotik

Perusahaan besar yang memiliki perwakilan dalam penyelenggaraan penelitian tersebut kini menggelar promosi satu jenis susu formula atas nama salah satu mereknya. Nutricia, yang bernaung di bawah Numico, memperkenalkan ‘resep’ baru bagi lini Nutrilon Royal-nya: Immunofortis, berslogan 'immunity for life' (baca Immunity breakthrough from Nutricia).

Yang menjadi perhatian saya adalah:

Jika memang studi formulasi campuran fruktooligosakarida (FOS)-galaktooligosakarida (GOS) (ya prebiotik itu tadi) memakai subyek bayi 0-6 bulan, maka tidak terlihat pentingnya susu ini diberikan pada anak usia 1 tahun ke atas. Terutama mengingat sensitifitas anak yang mulai berkurang seiring pertumbuhannya, dan sebagian besar anak akan ‘sembuh’ (outgrow) dari dermatitis atopi (atau eksim) yang dialaminya pada 1 tahun pertama kehidupannya.

Dari mana saya mengambil simpulan bahwa susu ini ditujukan bagi anak usia 1 tahun ke atas? Ada peraturan bahwa produk pengganti ASI yang ditujukan bagi bayi berusia 0-12 bulan tidak boleh dipromosikan terbuka di media massa. Karena produk ini diiklankan, maka dengan sendirinya ‘harus’ memiliki target usia 1 tahun ke atas.

Itu simpulan sekejap sebelum mencari tahu langsung di informasi produknya. Dan ketika dilihat di penjelasan produk Nutrilon Royal, memang ada 4 tahapan produk yang tersedia, masing-masing untuk rentang usia tertentu.

Bisa jadi suplementasi ini memang membantu para ibu yang tidak mampu menyusui bayinya yang masih berusia 0-12 bulan dengan risiko dermatitis atopi. Tapi -sekali lagi- saya tidak melihat sifat mendesak dari pentingnya memberikan susu dengan suplementasi ini pada anak berusia 1 tahun ke atas.

Prebiotik mencegah timbulnya dermatitis atopi

Dari mana kisah suplementasi prebiotik dengan klaim kekebalan tubuh ini bermula? Saya menduga dari sini (berdasarkan keterlibatan dua penelitinya yang mewakili Numico):

A mixture of prebiotic oligosaccharides reduces the incidence of atopic dermatitis during the first six months of age. G Moro1, S Arslanoglu1, B Stahl2, J Jelinek2, U Wahn3 and G Boehm4

1. Center for Infant Nutrition, Macedonio Melloni Maternity Hospital, Milan, Italy
2. Numico Research Germany, Friedrichsdorf, Germany
3. Charité Campus Virchow Klinikum, Berlin, Germany
4. Sophia Children’s Hospital, Erasmus University, Rotterdam, Netherlands

Ringkasan penelitian dapat dilihat di sini sedangkan komentar terhadapnya dapat dilihat di sini.
Immunity for life: terbatasnya lingkup penelitian, luasnya klaim produk

Membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara alami. Demikian pengantar tagline 'immunity for life'. Yang sebaiknya dijadikan pertimbangan bagi yang berminat terhadap produk ini adalah:

1. Pengamatan penelitian ini terbatas pada dermatitis atopi, bukan reaksi alergi lainnya, apalagi yang berkaitan dengan kekebalan tubuh secara umum seperti infeksi ‘standar’ balita semacam flu, selesma, dan lain-lain, seperti yang dikesankan pada iklan.

2. Susu formula yang digunakan (pada penelitian) memang menggunakan basis racikan hipoalergenik. Jadi tanpa suplementasi prebiotik pun sudah dapat menurunkan risiko munculnya reaksi alergi (terhadap susu sapi) berupa dermatitis atopi.

3. Usia subyek penelitian yang tidak mencakup seluruh rentang usia balita, seperti yang dikesankan pada promosinya.

Holisme

Holism, berasal dari kata holos (yunani), yang berarti semua, seluruhnya, total. Secara definitif, holisme (holistik) adalah gagasan bahwa semua sifat (properties) suatu sistem tidak dapat ditentukan atau dijelaskan dengan cara menjumlahkan masing-masing komponennya. Sebaliknya, sistem sebagai suatu keseluruhan, menentukan bagaimana masing-masing bagiannya berlaku.

Istilah holisme muncul dalam ‘pengobatan’ psikosomatis. Ketimbang menemukan hubungan sebab-akibat satu arah antara tubuh dan jiwa, holisme ini membidik model sistem, di mana faktor biologis, kejiwaan, dan sosial saling bertautan. Gangguan pada satu sisi akan memberi pengaruh pada sisi lain juga. Pada taraf ini, holisme mirip dengan model kedokteran biopsikososial (haduh, susah ya istilahnya!).

Dalam bidang pengobatan alternatif, holisme melakukan pendekatan perawatan pada penyebab penyakit sekaligus gejalanya. Contoh terapi holisme ini misalnya akupunktur, ayurveda, pengobatan Cina, pijat kepala India, pengobatan naturopati, Qi Gong, reiki, dan refleksologi. Pengobatan ini umumnya tidak berasal dari tradisi medis-ilmiah yang berkembang di Barat, dan juga sering tidak memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk menyokong klaimnya.

Baiklah. Cukup untuk penjelasan mengenai istilah. Ini yang lebih penting:
Holistic nutrition: is it really whole-ly?

Nestle mempromosikan Excella Gold dengan tagline ‘holistic nutrition’. Sebelumnya produk ini tidak diberi label apapun, tapi suplementasinya tidak berubah: probiotik. Tepatnya dari jenis Bifidus.

Dengan prasangka baik, produsen tentunya tidak berniat untuk menggaet calon konsumen yang fanatik terhadap jalur pengobatan holisme hanya dengan berbekal tagline. Kan? Tagline yang tidak ada hubungannya dengan pengobatan holisme. Ataukah ada? Probiotik dapat mempengaruhi kejiwaan dan sisi sosial anak?

Apa yang menyebabkan produk ini dilabel nutrisi holistik? Probiotiknya? Dari bongkar-bongkar arsip jurnal pediatrik, kok ya tidak ada yang menyebut-nyebut ada penelitian tentang probiotik yang berhubungan dengan kejiwaan.

Apa? “Tentu saja tidak ada”? Jadi saya mencari di tempat yang salah? Sebetulnya ada atau tidak sih, dasar ilmiah klaim ini? Yang didukung bukti ilmiah dan ulasan yang memuaskan pertanyaan orang-dengan-banyak-pertanyaan macam saya.

Atau ini sekadar istilah baru yang memang tidak perlu dibuktikan secara ilmiah karena tidak ada hubungannya dengan kandungan produk yang dipromosikan? Karena memang tidak ada hubungannya dengan kejiwaan? Karena maksudnya hanya ingin mengesankan ke-alami-an proses (apapun itu) yang dipromosikan? Karena holistik identik dengan alami?

Mungkin maksudnya whole dalam artian 'menyeluruh'? Menyeluruh yang bagaimana? Atau… ini permainan definisi kata saja? Karena whole –sebagai predikat- dapat diartikan sebagai 'sehat'? Nutrisi (untuk) kesehatan, begitu? *keluh*
Pergeseran cara promosi susu formula

Saya amati, iklan susu formula akhir-akhir ini bergeser dari ‘mendongkrak kecerdasan anak’ menjadi ‘mewujudkan anak yang sempurna, dari akal, fisik, hingga kejiwaan' (kepemimpinan, empati, proaktif, sifat apapun itu yang baik dan membuat ibu-ibu bahagia). Selain, tentunya, klaim tentang betapa sehatnya anak jika minum susu tersebut.

Ini pendapat saya: Nutrisi untuk jiwa? Yang benar saja.

Rekan ibu di manapun, saya sangatlah mengerti. Sebagai sesama ibu, kita menginginkan yang terbaik bagi anak. Dalam memberikan yang terbaik, kita bersedia mengorbankan apapun. Jiwa, jika perlu. Satu yang jangan diserahkan pada siapapun: akal sehat. Siapapun dan bagaimanapun seorang anak ditampilkan dalam iklan, belum tentu diakibatkan oleh susu yang dipromosikan.

Bukan susu yang melakukannya, tapi anda!

Susu tidak membuat anak menjadi pintar. Susu tidak membuat anak menjadi seorang pemimpin. Susu tidak membuat anak menjadi bintang. Susu tidak mengantar anak menjadi juara.

Susu tidak membuat anak cerdas melalui indra pelihatnya (walau dalam logika sederhana, mata yang sehat tentu dapat menunjang kegiatan apapun, termasuk proses belajarnya). Tanpa susu tersebut anak tetap akan belajar dengan melihat. Bayi berumur sebulan juga sudah mulai mempelajari lingkungannya dari apa yang didengar dan dilihat, jauh sebelum ia mengenal susu yang diiklankan.

Orangtualah yang berperan dalam mengembangkan kepribadian anak, bukan makanan. Interaksi dengan orangtualah yang merangsang perkembangan kecerdasan anak, bukan makanan. Pendidikan dan bimbingan dari orangtualah yang memperkaya kecerdasan emosional anak, bukan makanan.

Bukan mainan edukatif yang membuat anak pintar, tapi proses bermain, peran orang yang menemaninya bermain, dan kesempatan bermain itu sendiri yang ‘mendidik’nya. Bukan susu yang mendorong perkembangan empati, sifat kepemimpinan, proaktif, kecerdasan, kecerdikan, sifat suka menolong, gemar membantu, suka berbagi, baik hati, dan tidak sombong (eh, kaya janji pramuka aja).

Jangan biarkan ilusi iklan memperdaya anda dari tanggungjawab. Andalah yang memiliki peran di sana. Atau nenek, kakek, pembantu, atau pengasuh anak, siapapun yang paling intim menghabiskan waktu sehari-hari bersama anak. Secara langsung. Susu dan suplemen tidak mengeluarkan yang terbaik dari anak. Anda (dan mereka)lah yang melakukannya.

Baca selengkapnya......

ASI menghasilkan anak sehat dan cerdas

ASI sangat bermanfaat untuk menghasilkan anak sehat dan cerdas. ASI Ekslusif diberikan pada anak usia 0-6 bln. Maksud dari ASi Ekslusif adalah hanya memberikan ASI, tanpa susu dan makanan tambahan lainnya. Banyak orangtua yang tidak bisa memberikan ASI Ekslusif kepada anak dikarenakan ASI tidak lancar, payudara sakit, ibu bekerja dan lain sebagainya. Berikut Tips Kunci Keberhasilan ASI Ekslusif seperti yang saya kutip dari www.tabloid-nakita.com Nomor 492 Tahun X

PERAWATAN PAYUDARA DAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF

Perawatan payudara selama kehamilan menyumbang pengaruh besar untuk mewujudkan tercapainya program ASI eksklusif.
Kapan sebaiknya perawatan payudara mulai dilakukan? Ahli menganjurkan setelah kehamilan berusia 5-6 bulan. Kalau sebelum itu, perangsangan pada puting malah bisa menimbulkan kontraksi rahim. Nah, di bawah ini adalah tata cara pelaksanaan perawatan payudara yang bisa ibu hamil lakukan sehari-hari. Jangan lupa, sejak usia kehamilan lima bulan ya Bu.
* Pemijatan
Bisa dilakukan saat mandi.
- Sebelumnya siapkan air hangat dan air dingin di wadah yang terpisah, minyak kelapa atau baby oil, handuk, dan kapas.
- Bersihkan payudara dengan air hangat, lalu pijat menggunakan minyak.
- Cara pemijatannya dengan menggunakan kedua tangan. Sekeliling payudara diurut memutar searah jarum jam kemudian berbalik arah/berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari pangkal menuju puting. Namun, puting tak perlu dipijat.
- Setelah itu ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari supaya sirkulasi darah bekerja baik.
- Selanjutnya bersihkan puting dengan menggunakan kapas dan minyak. Minyak akan melenturkan dan melembapkan puting.
- Terakhir, bersihkan payudara dan puting memakai air hangat dan dingin. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah.
- Keringkan payudara dengan handuk lembut. Kalau perlu oleskan pelembap atau krim anti stertch marks yang aman untuk mencegah rasa gatal akibat jaringan kulit merekah seiring membesarnya payudara.
* Senam Teratur
Payudara pun perlu dirawat dengan senam. Senam payudara berguna untuk memperkuat otot pektoralis yang berada di dada. Senam ini membantu mempertahakan kepadatan payudara dan merangsang produksi ASI menjadi lebih baik. Ada dua macam senam yang bisa ibu lakukan dan mudah dipraktikkan.
Berikut urutannya. Lakukan senam sebelum atau sesudah mandi.
1. Posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersidekap). Kemudian tekan kuat-kuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga otot-otot dasar payudara terasa tertarik. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali.
2. Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut massage payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.
* Memakai Bra Yang Pas
Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa menyangga payudara dengan baik. Jangan gunakan yang terlalu ketat atau longgar. Bra yang terlalu sempit akan menghambat perkembangan kelenjar payudara, sedangkan yang terlalu longgar akan membuat payudara tampak jatuh dan tidak nyaman kala dikenakan.
Bra untuk payudara yang sangat besar ada baiknya memakai penyangga kawat. Bra yang tak menopang dengan baik, akan membuat payudara yang besar cenderung turun dan membentuk lipatan di bagian bawah payudara.
Sementara jika si ibu hamil tak menjaga kebersihan dan kekeringan di bawah lipatan tersebut, maka akan membuka peluang jamur untuk tumbuh.
Pilihlah bra dari bahan katun atau campuran katun sehingga nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat. Tali pengikatnya pilih yang lebar sehingga dapat menyangga payudara dengan baik.

Gazali Solahuddin/berbgai sumber

ANEKA MASALAH PAYUDARA
1. PUTING RATA
Kelainan yang dikenal dengan retracted nipple ini penyebabnya belum diketahui. Cara mengatasinya dengan menarik-narik puting secara kontinu yang dimulai kala kehamilan di atas 5 bulan. Cara menariknya dengan memutar kiri-kanan, lantas tarik keluar. Setelah puting berhasil keluar, ibu harus rajin menyusui.
2. PUTING LECET
Penyebabnya tak lain karena teknik menyusui yang salah. Untuk itu ketahui teknik menyusui dengan benar. Sebelum menyusui, usahakan puting selalu dalam keadaan kering lalu oleskan sedikit ASI pada puting. Ingat ASI memiliki zat-zat untuk mengusir kuman disekitar areola.
3. SALURAN TERSUMBAT
Saluran tersumbat biasanya mengakibatkan benjolan lokal di salah satu bagian payudara, sementara bagian yang lain tidak. Cara mengatasinya dengan selalu berusaha menyusukan ASI hingga payudara kosong. Massage-lah benjolan akibat penyumbatan ASI tersebut. Kemudian kompres dengan handuk yang telah direndam air hangat, selanjutnya kompres payudara dengan handuk yang telah direndam air dingin. Lakukan terus hingga benjolan hilang
4. PAYUDARA BENGKAK
Penyebabnya tak lain karena pengeluaran ASI yang tidak lancar. Pembengkakan tak selalu terjadi pada kedua belah payudara. Bisa saja hanya terjadi pada satu payudara. Mengatasinya, sebaiknya dalam menyusui memakai cara menggiring bola. Kalau bayi merasa nyaman menyusu di payudara kiri ibu, berarti posisi pipi kananlah yang selalu menempel ke payudara ibu, kan? Nah, gunakan taktik, menggesernya dari payudara kiri ke payudara kanan dengan tetap pada posisi pipi yang sama yang menempel di badan ibu. Tentu bayi akan merasa ia tetap menyusu di payudara kiri ibu padahal sudah bergeser ke payudara kanan.
Meski payudara dalam keadaan membengkak, ibu harus tetap sering menyusui bayi. Karena dengan begitulah isi "gudang" ASI bisa berkurang. Kalau bayi sudah kenyang, perahlah payudara hingga ASI-nya habis.
5. MASTITIS ATAU INFEKSI PAYUDARA
Kalau sudah begini mau tak mau ibu harus minum antibiotika untuk mengatasi infeksi. Massage tidak boleh dilakukan.
Penanganan mastitis yang terlambat bisa mengakibatkan payudara abses. Jika sudah abses bayi tak boleh lagi menyusu dan mau tak mau, kulit bagian itu harus diinsisi/dibuka dengan operasi kecil untuk mengeluarkan nanahnya.
Dikutip dari www.tabloid-nakita.com Nomor 492 Tahun X

Baca selengkapnya......

Tips ibu hamil sehat, bayi sehat


Menjaga kesehatan ibu hamil merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan anak sehat dan cerdas. Janin yang sedang tumbuh kembang memperoleh makanan dari aliran darah ibu dari plasenta dan tali pusar. Maka dari itu apa yang menjadi makanan dan minuman si ibu juga merupakan makanan dan minuman bagi sang bayi.Ibu hamil yang sehat adalah ibu hamil yang mempersiapkan kehamilannya secara fisik dan psikis

Tips ibu hamil sehat dan bayi sehat :

1. Mempersiapkan kesehatan secara fisik

Menjaga kesehatan fisik dengan cara makan makanan yang mengandung gizi seimbang dan lakukan olahraga ringan khusus untuk ibu hamil, seperti senam hamil, jalan kaki, renang dan sepeda statis. Tapi jaga jangan sampai terlalu kelelahan karena tidak baik untuk perkembangan janin.Hindari asap rokok baik dari dirinya maupun dari orang lain, alkohol, nikotin dan obat-obatan juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan otak janin. Minumlah obat hanya dengan pengawasan dari dokter karena obat-obatan yang tidak aman dapat mengakibatkan kecacatan pada janin.

2. Mempersiapkan kesehatan secara psikis

Kondisi psikis ibu dominan pengaruhnya terhadap perkembangan otak janin. Pada dasarnya emosi atau amarah. Menurut penelitian respon terhadap emosi akan mengakibatkan banjirnya hormon adrenalin yang akan diteruskan kepada janin melalui plasenta. Bila jumlahnya terlalu banyak akan membahayakan kondisi janin.

Menjaga kesehatan fisik adalah dengan cara mengatur emosi pada ibu hamil. Tenangkan hati dan pikiran dengan melakukan relaksasi seperti yoga, mendengarkan musik dan istirahat yang cukup. Jauhkan hal-hal yang dapat menimbulkan stress dan berpikirlah secara positif. Dalam hal ini dukungan dari orang-orang sekitar seperti suami sangat berpengaruh terhadap kesehatan psikis si ibu.

Semoga bermanfaat...



Baca selengkapnya......

Mendidik Anak dalam Kandungan

Kedua orangtua mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Mendidik anak sejak dalam kandungan sangat penting untuk menghasilkan anak sehat dan cerdas. Pendidikan anak di dalam kandungan memang tidak bisa diberikan secara langsung, tetapi dapat diberikan melalui tingkah laku dan perbuatan si ibu.


Upaya mendidik anak sejak dalam kandungan untuk menghasilkan anak yang sehat dan cedas :

1. Upaya secara psikis yaitu upaya dari dalam jiwa dan diri si ibu untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bayi dalam kandungan. Perbanyaklah ibadah dan berprilaku baik, karena apapun yang Anda lakukan merupkan pembelajaran bagi bayi didalam kandungan. Tenangkan hati dan pikiran, jauhkan dari rasa kesedihan, kecemasan dan ketakutan, karena emosi yang tidak baik dapat menghambat perkembangan otak janin.

2. Upaya secara fisik yaitu upaya dari si ibu untuk menjaga kesehatannya dan kesehatan bayi dalam kandungannya. Hendaknya si ibu harus selalu menjaga makan dan minumnya, konsumsilah makanan yang bergizi dan jauhi makanan cepat saji. Istirahat yang cukup dan hindari mengkonsumsi obat-obatan kecuali dengan resep dokter. Melakukan pemeriksaan ke dokter atau bidan secara teratur.

3. Lakukan stimulasi-stimulasi yang tepat untuk perkembangan otak janin, seperti mengajaknya berkomunikasi, bercerita, mendengarkan musik dan melakukan gerakan-gerakan seperti mengelus dan mengusap. Mendengarkan musik klasik menurut penelitian mampu meningkatkan kecerdasan anak, karena dapat merangsang seluruh otak(neurit), cabangnya (dendrite), serta memperlancar aliran darah.


Baca selengkapnya......